Archive for June, 2005

salah satu yang kuamini menjadi bangsa Indonesia selain habit “on time” yang rada unik bin ajaib adalah ritual berbasa-basi…

aku sedikit “eneg” dengan ritual ini, tapi aku tidak menyalahkan siapa-siapa…ini masalah kultural yang tidak begitu saja diboikot, karena sudah mengakar demikian hebat!
ibuku, ibunya ibuku, ibunya ibu ibuku..semuanya melakukannya…

sebelnya kenapa mereka melakukannya dengan sukarela dan senyum manis? padahal menurutku itu buang energi…

tapi nanti dulu…
kupikir juga semua ini berkaitan dengan “Strategi kehidupan”, bagaimana -orang psikologi menyebutnya- membangun interpersonal relationship yang baik dan tentu saja mencapai semua maksud dibalik basa-basi busuk itu…huahahahaha!

yap, setiap orang pasti punya maksud dan tujuan…dan berbasa-basi-busuk itu bertujuan tentunya, entah untuk reward sosial maupun personal…

siapa tahu dengan tegur sapa basa-basi, kita bisa naik jabatan? bisa dicalonin jadi lurah? bisa dapet pacar? bisa naik angkot gratis?
mmm, apalagi?

So its okay deh berbasa-basi, karena seringkali aku melakukannya, yah demi mendapatkan apa yang kuinginkan

seperti sms yang kuterima pagi ini…tertulis “Stop penyalahan narkoba…bla,bla,bla …”
ahh, ternyata basa-basi busuk dari presiden RI!

Comments 2 Comments »

apa itu berubah?
tidak sama dengan sebelumnya…
tidak sama seperti apa?

well, melihat kompas (yang katanya) berubah hari ini, membuatku jadi berpikir: kapan perubahan perlu dilakukan?
kalau tren berubah, kalau kondisi menuntut, kalau orang-orang pada ribut, kalau bencana menimpa…

perubahan itu juga butuh kontemplasi dan pemikiran, jadi jangan asal berubah dan tidak menghasilkan apa-apa…karena energi yang dibutuhkan bukan sekadar hanya untuk berubah dan selesai begitu saja, tapi juga bagaimana melewati proses perubahan itu, sehingga berubah jadi tidak sia-sia!

semua butuh proses kan?

kompas hari ini menurutku mewakili apa yang disebut perubahan, tapi apakah ini sekadar menjawab tren atau benar-benar berarti?
kupikir hanya proses yang bisa menjawabnya!

Comments 1 Comment »

aku cinta diriku! lebih dari apapun atau siapapun

orang menyebutnya narsis!

salahkah itu?

salahkah aku?

well, menurutku tidak…

selama ini, aku merasa bahwa dengan kenarsisan yang pada diriku, terbukti aku tidak merugikan orang lain…

coba, apakah aku membuat orang lain terganggu ketika aku merasa sibuk dengan bayanganku yang terpantul dari sebuah kaca…apakah aku membuat jengkel orang lain dengan hobiku memotret diri dan rajin-rajin memasangnya di Friendsterku…

kalau iya, pikirku, kurang kerjaan banget orang yang marah atau jengkel gara-gara kegemaranku memuja diri sendiri, karena sebaiknya mereka melakukan hal yang sama pada diri mereka sendiri…

iya, ini beneran, dan ini propagandaku mengenai narsisme…

Hayo mari sama-sama menarsisme diri, sebab dijaman teknologi informasi media yang gegap gempita seperti saat ini, siapa yang akan memuja diri kita jikalau bukan kita sendiri…

believe me…

we deserve it…

So, a little bit narcism…why not?

Comments No Comments »

bertatap mendung senja…
menggelayut dalam hampa dan lamun
sekaleng kopi instan dan asbak rokok berbincang lewat sepi yang melingkupi diri
aku tidak bahagia sore ini…

Comments No Comments »

senjaku menghilang dan impian tentang sepotong percakapan melebur lewat uap kopi yang kuhirup malam ini, lelah…itu yang tersisa saat ini!

Comments No Comments »

Djenar?
baru saja membaca bukunya dua malam yang lalu…Nayla!
mmm, mmm, dan mmm

dia memang yang terbaik diantara deretan penulis perempuan yang beredar di dunia sastra kontemporer saat ini…
ekspresif..itulah djenar!
jujur…itulah djenar!
seronok…itulah djenar!

sepertinya dirinya tahu bagaimana menikmati menjadi seorang perempuan…

Djenar, ajari aku caranya!

Comments 4 Comments »

mengenang malam dengan pesonamu

mematrinya dalam abjad kalbu

aku, kamu, bayangmu, dan asaku jadi satu…

teruntai di mimpiku…

malam ini!

Comments 1 Comment »

hasil renungan di sore menjelang malam…sudah hampir dua bulan di inbox-ku!

gelisah merana jiwa, mengikis tepian mimpi…

termenung dalam duka malam, mengharap asa fajar untuk kembali merengkuh mimpi…

(Huaa, it must be because the food that i just ate in lunch…)

Comments No Comments »

perjalanan sekitar 10 km dari rumah ke kantor…
rute ciledug-mampang prapatan!
kenapa hanya satu pohon kamboja yang kulihat…
apa aku mengambil rute yang salah?

Comments 1 Comment »