Archive for June, 2006
Apakah kamu benar-benar mencintaiku, sayang?
maksudku BENAR-BENAR mencintaiku?
lalu meneriakkannya lantang ke seluruh dunia hingga semua semua orang tahu…
tiada kecut hati, tiada tawar hati, maupun rasa sungkan
Apakah kamu benar-benar mencintaiku, sayang?
maksudku sedemikian mencintaiku?
hingga berani mengatakannya pada masa laluku dan masa lalumu, bahwa aku lebih baik dari perempuan masa lalumu, dan kamu juga lebih baik dari lelaki itu
dan bahwa kita berdua memang lebih baik adanya
Apakah kamu benar-benar mencintaiku, sayang?
benar-benar bisa membuktikannya?
bahwa ada rumah indah di depan disana, tempat dimana kita akan berteduh dan menyandarkan kaki-kaki kecil kita di dipan kenyamanan didalamnya, mengusir rasa lelah dan jenuh
Apakah kamu benar-benar mencintaiku, sayang?
sangat mencintaiku?
hingga kamu rela melepas yang ada padamu untuk hanya bisa dekat denganku…dekat sekali..tak lebih dari 7 milimeter…
5 Comments »
bukan..bukan karena semangat orang-orang terkasih di sekelilingmu…
bukan..bukan karena pagi hari yang mempertemukanmu dengan sang baskara
bukan..bukan karena kehadiranmu yang bisa membuat orang tersenyum atau bahkan tertawa terbahak-bahak
bukan..bukan karena hal-hal tak terduga, yang menyelinap masuk dalam ritual hari-harimu…
bukan itu..
Saat ini…aku merasa paling hidup dalam 1 jam sendiriku di perjalanan pulang..ehmm…setiap harinya!
bersama sopir angkotku mengeja lampu-lampu jalanan, bermasyuk ria dalam kesunyian kata-kata…
tapi peluhku di sana, tawaku juga disana, sedihku, penatku, girangku,tangisku juga disana…
yeah dalam 1 jam itu aku merasa hidup
dan aku bersyukur untuk itu…
(sayang, jadi kamu tidak selalu harus menjemputku yah?)
4 Comments »
Saat ini ada sebungkus rokok Lucky Strike Original Lights isi 18 di tas hitamku..padahal aku kan tidak menyukai rokok, bahkan membencinya, benci asapnya, benci baunya, benci yang menghisap (kupikir mereka orang-orang bodoh yang memasukkan racun ke tubuh mereka sendiri)
dan aku bukan perokok…
Tapi tunggu dulu, sebenarnya ada dua alasan kenapa bungkus ini masih nangkring dengan setia di dalam tasku, mungkin alasan2 ini konyol dan aku lebih bodoh dari perokok2 itu…
1. Aku ingin sekali difoto seperti foto legendaris Chairil Anwar dengan rokoknya..wuihhh foto itu menurutku keren banget..
jadinya kemarin aku memaksa temanku yang jago memotret untuk mewujudkan keinginanku ini…
hehehehe, tapi tidak berhasil..aku menghabiskan 3 batang rokok, tapi tidak ada satu foto pun bagus hasilnya..malah mataku berair dan kepalaku pusing seketika..
"Wah, susah nih..loe emang gak menikmatinya..jadi gak bakal bagus2 hasilnya," ujar temanku waktu itu..
rencana pertama gagal!
2. Rencana ini yang kuyakini pasti terwujud berawal dari ketergangguanku sama supir angkot yang suka sekali merokok..padahal aku kan suka sekali duduk didepan, bersanding di samping supir angkotku, menikmati udara malam Jakarta (pinggiran) lewat kaca depan mobil..tapi itu buyar, ketika selama 30 menit harus terjebak menjadi perokok pasif yang menghisap asap rokoknya..
huuh, sebal benar..
Ini rencanaku ketika menemukan supir angkot yang merokok…
aku akan mengeluarkan Lucky Strike di tasku, dan bertanya "Bang, punya korek,?"
lalu menyalakan rokokku..
dan berkata dalam hati, "Mari kita mati bersama!,"
2 Comments »
Gw: Loe percaya keajaiban?
Teman gw: Iyah, gw percaya…gw yakin saat ini adalah sebuah keajaiban, gw bisa duduk disini, ngobrol ama loe, gw bisa nafas lengkap dengan semua organ di tubuh gw..iyah itu keajaiban buat gw…
G: Iyah, gw juga percaya..gw percaya sama keajaiban..dan gw percaya bahwa itu adalah bagianNYA. Loe tahu, seperti tangan-tangan kecil tak terlihat yang menolong loe waktu loe ga bisa ngapa2in. Yah itu keajaiban buat gw…
T: Loe percaya takdir?
G: Enggak..itu membuat manusia jadi powerless, meski gw percaya ada tangan-tangan kecil itu, gw sadar bahwa manusia harus berusaha karena manusia juga berhak menentukan apa yang terjadi dalam hidupnya
T: Jadi loe percaya kalau manusia punya kebebasan?
G: Iya lah..gw berhak menentukan apa yang gw mau kan..dan itu gak tiba-tiba jatuh dari langit…
T: Ada orang pernah ngomong..takdir adalah kemutlakan dan kebebasan manusia adalah sesuatu yang utopis, tapi takdir ditentukan oleh sikap manusia di masa lalu.
G: ????
T: Loe ingat ga waktu kita pertama kali ketemu?
G: Iyah, waktu liputan FFI kan?
T: siapa yang duluan nyapa?
G: mmm…
T: gw duluan..nah, coba kalau gw gak negur duluan, loe sama gw gak bakal bisa ngobrol kayak gini sekarang…
G: Mmm..itu bukan takdir kan? oiya, tapi gw percaya..well, ini kayak quote yang gw ciptain sendiri, that everything leads to another, which is always a good thing…jadi apapun yang loe lakuin dan hadapi sekarang, bagaimanapun buruknya, itu pasti baik buat loe..
T: Mmm..loe percaya bahwa sesuatu itu seharusnya atau seadanya..misalnya loe putus sama cowok loe…loe memandangnya gimana?
G: ……..ya seharusnya ada…
T: Yups..gila aja kalo loe memandang bahwa segala hal itu seharusnya…tapi loe gak menganggap itu sebagai sebuah kesalahan?
G: enggak lah..gw mengganggap itu sebagai sebuah point dalam sebuah proses hidup gw…iya kayak efek domino, point yang akhirnya mengantar gw ke hal yang lebih baik lagi…
T: Jadi semacam pergulatan gitu, sampai loe mencapai yang lebih baik?
G: Ya semacam itu…loe percaya kebetulan?
T: kalo loe?
G: Gw gak percaya..karena itu menjadikan semua yang terjadi kayaknya sia-sia, gak bertujuan, meaningless..padahal gw yakin bahwa sesuatu ada karena alasan, dan itu pasti alasan yang baik…
G: ya..yah..
(adaptasi dari sebuah percakapan menyenangkan di sebuah sore)
2 Comments »
You want to know how good are you?
Why don’t you ask the Google god
just put your name in the search engine coulomn…
wait for a couple of seconds…
and let’s see how good you are!
(in another moment of being narsistic)
4 Comments »
Namaku: Ika…
sejak dulu tidak pernah benar-benar menyukai nama itu
Ika? itu seperti nama seribu juta umat di Indonesia (baca: pasaran) untuk orang yang jadi anak pertama atau anak satu-satunya…
sempat menyalahkan orang tuaku yang sangat dengan tidak kreatifnya memberikan nama itu padaku..kenapa tidak kepikiran nama yang lebih keren, Veronika? Esmeralda? Maria? atau apalah (hehehehe, kebanyakan nonton telenovela nih)
Tapi aku tak mau diam, aku pun berusaha mengutak-atik namaku dan menjadikannya ‘beda’ di SD juga di SMP (tahu sendiri kan gimana kondisi kejiwaan anak ABG)
1. aku memaksa orang-orang memanggilku Tari (diambil dari nama belakangku Krismantari). Aku menulisnya besar-besar di buku-buku tulis pelajaranku..tapi tetap aja sia-sia, semua orang masih saja memanggilku Ika meski aku sudah membujuk mereka dengan kalimat yang sama "Tari..bukan Ika,"…tapi percuma saja.
Hingga suatu ketika aku menyadari bahwa banyak juga orang yang bernama Tari..huuh aku pun mengutuki diriku yang sama tidak kreatifnya dengan orang tuaku, bahkan untuk memilih nama diri sendiri…yeah, dan setelah itu aku pun menoleh setiap orang meneriakkan nama yang superduper standard itu…
2. Ini benar-benar norak..aku berusaha menambahkan h menjadi ikha (ya..ya kamu harus membuka sedikit lebih lama mulutmu ketika mengucapkan itu..yang menurutku (waktu itu) jadi lebih exsotis (what a silly thought!)) huahahahaha…tapi tetap saja orang-orang pun mengenalku dengan ika tanpa h, lagian memang ada bedanyakah?
Dan aku pun berhenti berusaha, berusaha mengamini nama ini…
Hingga suatu ketika, moment itu, di tahun 1998 di saat istilah ‘krismon" –krisis moneter– melanda Indonesia..semua orang dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, mbah-mbah…dan termasuk Ibu Guru Bahasa Indonesia SMAku juga latah menggunakan istilah itu…dan aku jadi korbannya
"Krismon..Ika Krismontari," ujarnya lantang ketika mengabsen sambil tersenyum sendiri.
Setelah yang kesekian kalinya, aku berteriak tak kalah lantang, "Ika, Bu..bukan Krismon,…"
(Anakku, besok aku akan memberikanmu nama indah yang tiada duanya, okey sayang? ini janji!)
9 Comments »
piala dunia datang..musim taruhan pun berkembang ingin turut meramaikan gegap gempita acara empat-tahunan ini, kantorku pun mengadakan taruhan murah kok, cuma 25 ribuan per taruhan
dosa?
"Ga kok, niatku ibadah…aku udah berjanji, jika menang nanti, aku akan memberikan uangnya pada korban gempa di Jogja," ujar seorang rekan
Okey deh mas, kita lihat nanti, apakah Tuhan akan memihak orang-orang benar?
No Comments »
pernah mendengar pertanyaan seperti ini: "Aduh, kok jalan sendirian neng?" atau ini "Ngapain perempuan pergi malam-malam?" mungkin yang ini "Lho, kok sendirian aja mbak, mana masnya?"
Pertama kali mendengar itu, kupingku menerimanya sebagai sebuah bentuk perhatian berlebih dari orang-orang sekeliling, entah mereka kukenal atau tidak…
tadi tidak lagi..tidak! semenjak kemarin aku mendengarnya berulang-ulang dari orang-orang sekelilingku, waktu aku berjalan-jalan s-e-n-d-i-r-i-a-n memutari monas…
Dan pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengangguku!
emang kenapa sih? ini kan ‘public space’, semua orang berhak ‘tampil’, entah dia perempuan, laki-laki, atau bahkan banci sekalipun..entah sendirian atau beramai-ramai…
Iyah kan?
except if public space: men’s place…
dan orang-orang itu pun risih melihat perempuan berjalan-jalan sendirian di tempat yang seharusnya jadi wilayah kekuasaan mereka…
Lalu apa yang harus kuperbuat? haruskah aku berubah menjadi laki untuk mendapatkan pengakuan bahwa aku berhak di atas tanah dua jengkal kaki tempatku berdiri…
dan banyak perempuan melakukannya…
Lihat saja, supir-supir perempuan busway, mereka melakukannya dengan berpakaian layaknya supir-supir prianya, lengkap dengan dasinya pula…
adikku yang perempuan pun melakukannya, menjelma sebagai laki-laki ketika mengendararai motornya, lengkap dengan helm, jaket tebal, celana panjang, kaca-mata…
Menjadi perempuan adalah hal terakhir yang kau inginkan, ketika kau berada di alam jalan raya ibukota…
4 Comments »
the secrecy of forgetting by Milan Kundera’s Slowness
”the degree of speed is directly proportional to the intensify of forgetting…our period is given over to the demon of speed, the reason it so easily forgets its ownself…
our period is obssessed by the desire to forget and it is to fulfill that desire that is gives over the demon of speed
it picks up the pace to show us that it no longer wishes to be remembered
that it is tired of itself, sick of itself
that it wants to blow out the tiny trembling flame of memory…
and to you all, my dear loves of yesteryear…you have urged me to easily forget you…
No Comments »
being pretty and beautiful it is not easy.
people always ‘discriminate’ you with the bless that God has given..pretty face, great posture, slim body, beautiful eyes, perfect lips…
people will let out a big Q if beautiful people have more than those God’s grants
No, no! beautiful people can’t be smart…he or she just using his/her or face or his/her butt to get what they want…
Or beautiful people cant be too good to others, what they have are only physical perfection..its just too much for them to have a good heart and a great body…
sometimes it makes beautiful people have to strive double as compared to others in term of getting acknoledgement in intellectual, generousity, profesionalism despite their good looking appreance…
Poor beautiful people…
But, people do think so, including me, who are ironically always think that myself is beautiful…(yups blame my over self-confidence)
Once, I discussed this matter with my beatiful friend…
He said it out and clear…"Lets prove it to others, that we are good inside, and stunning outside,"
Honey, im so damn agree with you…
2 Comments »
|