Archive for January, 2007

Aduh jangan-jangan lagi deh…

Akhirnya kemarin aku menggunakan profesi ke-wartawan-anku…
huuh shame on you, Ika!

Datang ke sebuah acara pertunjukan musik sedikit terlambat, aku pun meski berhadapan dengan dua mbak manis di depan pintu masuk.

Salah satu dari mereka bertanya,"Mbak dari press bukan?". setelah terdiam beberapa saat, aku pun menjawab "Ya". (padahal aku anti menyebut profesiku ketika mendatangi acara-acara kesenian seperti itu. Ini saatnya bersenang-senang bukan, dan enyahlah pekerjaanku)

Setelah menulis nama, alamat email dan seperangkat penanda diri lainnya, termasuk kartu nama, mbak yang manis itu menyerahkan sebuah bingkisan:
setelah kubuka wah, CD terbaru dari Ari dan Reda, pelantun sajak-sajak Sapardi Djoko Damono dalam nyanyian…

Senangnya!

Tapi perasaan itu hanya bertahan sepersekian detik, karena begitu memasuki pintu masuk, aku melihat meja kecil lengkap dengan dua mbak manis lainnya bersandingkan kumpulan-kumpulan CD-CD itu yang dijual dengan harga Rp 50,000

Ya ampun, seharusnya kan aku membelinya bukan malah mendapatkan dengan gratis…

dan dikutuklah aku oleh seorang teman. Waah, loe curang Ka!

Ampun ampun…gak lagi2 deh

Comments 3 Comments »

aku telah bersumpah untuk tidak pernah memberikan apapun kepada siapapun di jalan…yups aku bertarung melawan rasa kasihan untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan, pengamen dan orang tua2 di pingir jalan yang mengiba-iba…
Lalu bertekad untuk melakukan sesuatu untuk mereka, karena  mereka jauh lebih berharga ketimbang sereceh atau dua receh uang yang kuberikan.

Dan aku bertahan dengan janji itu.

Hingga kemarin, seorang teman menanyakan padaku,"Lalu apa yang kau perbuat untuk orang2 itu?"

Mmmm..aku terhenyak lalu mendengarkan dengan seksama cerita temanku tentang pergulatannya melawan rasa kasihan itu dan bagaimana dia memenangkannya.

Dan aku malu, karena aku belum bertindak apapun.

Malu pada seoran teman — orang tersinis yang pernah kutemui dalam hidup ini — karena dia mampu berbuat sesuatu.

terima kasih sudah mengingatkanku bahwa banyak hal-hal yang harus kukerjakan.

Comments No Comments »

Akhirnya aku dapat jatah dua hari libur dalam satu minggu

But look what i’ve done…

malah jadi sangat tidak produktif di hari libur…

Selain satu hari libur di weekend, aku juga dapat jatah satu hari libur di weekdays..dan setelah rembukan dengan teman-teman sejawat, aku ternyata dapat jatah Kamis…

Kamis yang membosankan.
itu kesan pertama yang kudapat di hari liburan pertama-ku…mmm, tidak mudah ternyata berlibur itu apalagi menikmatinya, jika biasanya di jam yang sama kau sudah berkeliaran di ujung Jakarta sebelah sana…

dan terbukti di Kamis pertamaku hampir 3 jam tidak bergerak dari tempat tidurku, dan yang menyedihkan (pls don’t laugh when i tell about this) aku menghabiskannya dengan menonton sinetron. DUA, bukan satu, sinetron remaja…huhuhuhuhuu( i don’t know why but the series made me hardly move from where i seat)

Mau aku ceritakan sinopsisnya? (mmm..lebih baik tidak yah)

dan aku benar-benar menyia-nyiakan hari pertama liburanku…

Hari liburan kedua:

Okay ka, be productive!
akhirnya setelah menonton OB( tergila-gila dengan sitkom ini), aku memutuskan untuk segera menyetel DVD dan menonton salah satu film festival dengan banyak tulisan penghargaan di covernya…mmm..cukup lumayan juga, karena film itu membuat berpikir tentang hidup dan makna sebuah keluarga (akhirnya liburan ini berarti buatku, pikirku setelah menonton film itu)

Tapi tidak..setelah film selesai, aku pun terpaku tidak bisa lepas dari TV dan menonton satu film sinetron remaja lagi dan sampai selesai pula, belum lagi deretan gosip-gosip hangat……..aaaaaaaaaaaaah tidaaaaaaaaaaaak!!

Okey cukup cukup…

Akhirnya aku memutuskan untuk memasak. Mmm…masak apa?hihihihihi
dengan tekad kuat dan bantuan dari asisten koki yang hebat yaitu adikku sendiri aku pun berhasil membuat balada tongkol, yang dipuji enak oleh pacarku
…(ini bukan salah satu rayuan gombalmu,kan sayang? awas kalo bohong)

Abis itu apa? Mmm, dan sepertinya pekerjaan rumah lainnya adalah misiku berikutnya: menyeterika..Fiuhhh, and i did it!

Menutup liburanku yang sempurna itu, adikku pun mengajak ber OLAHRAGA di sore hari di kompleks dekat rumah. What Olahraga? it has been for ages since i have done the sweaty activities…But I did it!

Liburan yang cukup tidak sia-sia, bukan?

Comments 3 Comments »

Lupa rasanya menangis

hingga semalam, setelah hampir dua jam itu…

rasa sesaknya, mata yang basah, mulut yang terus menelan ludah, nafas yang tercekat di tenggorokan…

dan aku tidak bisa berhenti…

namun aku begitu menikmati perasaaan itu, emosi yang begitu bertumpah…

Ika yang rasional telah kalah saat itu

— menonton I Am Sam di tengah malam –

Comments 4 Comments »

pengin punya rumah kecil lengkap dengan jendela besar dan seekor anjing golden retriever yang bernama Turangga

pengin punya galeri kecil dengan jendela dan lantai kayu, lengkap menyimpan potongan karya foto dan lukisan pribadi yang penuh warna dalam bingkai-bingkai perak kehitaman.

pengin keliling dunia, ketemu sama orang-orang dari belahan dunia lain, melihat hal-hal baru, bertukar cerita dengan banyak orang dan kembali ke Indonesia untuk menceritakan hal-hal seru dan menarik. (dan tentu saja dibayar –bukan membayar– untuk itu)

pengin melakukan sesuatu untuk orang banyak, berbuat sesuatu buat society dengan segala yang ada padaku (mmm…apa yah?)

pengin sekolah lagi…mmm tidak tidak di Asia atau Australia, maupun Amerika..(duh duh doakan)

pengin melihat senja di Nepal…(someday I will)

pengin melihat aurora borealis…

pengin nulis di The New York Times….

hayo hayo hayo jangan cuma pengin doang…semangat semangat semangat!ayo hidupkan mimpi-mimpimu Ka….

Comments 4 Comments »

profit. investment. money

it’s all that i can even think lately when i am on my duty.

Fiuhhhhh…I am being so numb lately.

Like this morning, I went to a discussion on a much-debated draft law on mining.

The discussion was held by a non -profit organization, which is known for its fight to protect the society from those greedy investors.

And there was an activist women, yelling at a government official, who was there at the discussion.

She complained the government of being unjust to the people living near the mining areas. What the government think is only investment coming into its pocket, without paying too much attention to its own people, she yells, she screams.

And there i was, sitting in front of her, being ignorant, being numb, watching those investment figures presented by the official.

I want to be alive…
How I miss city desk!

Comments No Comments »

Aku punya seorang teman yang menurutku hidup didunia yang sangat berbeda denganku…

Dia selalu berpikir bahwa dunia ini penuh dengan orang-orang jahat, membuatnya  begitu ketakutan dan trauma ketika berjalan-jalan ke daerah yang asing baginya.

Dan mungkin benar jadinya bahwa banyak sekali orang-orang jahat di dunia, ketika dia mengisahkan kepadaku beberapa cerita pahitnya. Dia pernah dicopet dan pernah ditodong orang…

Yeaaaah…mungkin banyak orang jahat di dunia, tapi menurutku, aku sangat percaya bahwa masih ada orang baik yang tinggal disini dan siap membantu sesamanya.

Yups..aku membuktikannya di tempat kurang lebih 60 kilometer dari Jakarta.

Aku benar-benar nekat waktu, bersama seorang teman memutuskan untuk melewati malam tahun baru di Kepulauan Seribu, di tempat yang belum pernah kukunjungi.

dan kali itu aku menjadi Ika yang sangat impulsif. Tidak seperti biasanya, Aku pergi tanpa perencanaan, tidak tahu kemana, menginap dimana, makan dimana…

Mmmm…dan aku membayarnya dengan pengalaman yang tak mungkin dilupakan…

Aku terdampar di Muara Angke karena tidak ada lagi yang kapal yang berangkat ke Pulau yang kutuju, Pulau  Pramuka ( aku baru tahu kemana aku akan menuju setelah ngobrol dengan beberapa pemuda yang juga hendak berlibur disana)

"Yeah daripada harus pulang lagi dan malas menanggapi pertanyaan orang-orang rumah, lebih baik aku menginap di kapal saja, toh pagi-pagi juga sudah berangkat," pikir aku dan temanku waktu itu.

dan dengan heroiknya, kami pun lebih memilih menginap di kapal penumpang itu, ketimbang tidur di mesjid, tempat yang tentu saja lebih aman.

Pagi pun tiba.

Saat sarapan, aku melihat seorang pria menanyakan kepada seorang penumpang apakah ada yang kehilangan HP, sambil menyodorkan kotak dibungkus kantong plastik hitam.

Yeah, aku pun mendengarnya sambil lalu dan bergumam dalam hati "mmm…masih ada yah orang jujur di tempat ini,"

Kurang lebih 2 jam setengah perjalanan, aku pun tiba di Pulauku…

Setelah mandi dan bebersih diri, akhirnya aku dan teman-temanku bersiap-siap untuk memulai petualangan kami….

Saat berbenah dan menyiapkan beberapa peralatan, aku pun sadar: PDA-ku hilang!!!

Oh my God..orang itu, orang itu dengan bungkusan dalam plastik hitam…

Paniklah aku, segera saja kugedor pintu sebelah kamar yang kebetulan adalah teman-teman yang kukenal diperjalanan, menanyakan apakah mereka mengetahui orang yang membawa plastik hitam itu…

Untung saja, ada diantara mereka yang sempat ngobrol lama dengannya. Kami pun mulai melacaknya…

dengan bantuan para pengurus cottage yang sangat baik hati, kami pun tahu bahwa lelaki itu tinggal di pulau kelapa, sekitar setengah perjalananan dari Pulau Pramuka…

Dan berangkatlah aku…..

Empat puluh tujuh menit kemudian, aku mendapati PDA-ku dan berkenalan dengan Bang Tigor, salah satu orang baik yang kukenal di dunia ini.

….Untuk Ary Hermawan, masih banyak kok Ri orang baik di dunia ini..;)

Comments 4 Comments »