tadi sore aku berjalan kaki!
lumayan!
dari Hotel Mulia di Jalan Asia Afrika sampai kantorku di Palmerah.
yah, sebenarnya tidak perlu terlalu berbangga hati, karena niatku awalnya ingin naik ojek dan membagi rejeki kepada tukang ojek depan hotel mulia (wuih alasannya)
"Kan dekat ka!," ujar seorang rekan, "Iyah si A, si B, si C (semua wartawan kompas) ajah jalan kaki, lagian rejeki loe berapa sih?"
Huh,gara-gara dikompori, aku pun memutuskan Berjalan Kaki!
Yah seperti layaknya pejalan kaki di kota Jakarta, aku pun harus menyesuaikan diri dengan mobil-mobil yang berlalu lalang, belum lagi asap bis yang hitam kental, belum lagi trotoar yang kecil dan tidak nyaman, belum lagi pengendara motor yang tidak pernah mau mengalah, belum lagi tatapan-tatapan orang…
But i survived!
sampai di kantor dengan selamat dan menaruh status "berkeringat" di YM-ku. yah karena aku benar-benar berkeringat.
Yah meski sepele, menurutku perjalanan tidak lebih dari 30 menit adalah prestasi bagiku. Diriku yang sekarang jadi "penikmat" Jakarta sudah menjadi makhluk berkendaraan umum, jarang sekali berjalan kaki, lebih memilih untuk memakai kendaraan, bis kek, ojek kek, taksi kek..
Aku sempat menjadi pecandu jalan kaki di kotaku yang nyaman di Jogja, bahkan adikku pernah mengataiku pelit karena memilih berjalan kaki pulang dari kampusku di bulaksumur ke rumah mbah di jalan solo daripada naik jalur 6.
Huh, tapi itu bukan masalah sekadar ongkos.
aku memilih berjalan kaki, karena kenikmatan melewati jalan lintas lewat fakultas Ekonomi dan fakultas sastra, lalu menembus jalan ke Masjid UGM, dimana banyak pohon2 teduh berjejer, bisa mampir sebentar ke B21 untuk bertemu dengan Zaki atau Esha, lalu meneruskan kembali ke jajaran frangipani di komplek dosen UGM, memungut salah satu bunga yang jatuh kemudian menyematnya di rambutku, melanjutkan lagi, melewati jalan sagan, mampir di toko buku social agency untuk melihat apakah ada buku terbaru yang bisa kubeli, mampir lagi ke es campur sagan, untuk sebuah ritual "a reward for my self" menghadiahiku dengan semangkuk es campur singapore! berjalan lagi, menyeberang ke jalan solo yang tidak pernah sepi, kemudian turun melalui lorong panjang yang gelap, yang selalu aku dan winta yakini sebagai setting film yang bagus, dan sampailah di teras mbah ku tercinta.
Gimana aku tidak memilih jalan kaki di jogja?
Namun di Jakarta, kota penuh polusi diperlukan keberanian dan tekad yang kuat untuk jadi pejalan kaki!
benar-benar tidak mudah jadi pejalan kaki disini!
semua menjadi makhluk yang bergantung roda, yang mengelinding dari tempat ketempat, dari waktu ke waktu..
andai saja Jakarta menyediakan semua yang diimpikan oleh pejalan kaki.
Fiuuh.
andai.
andai
andai.
karena jalan kaki tentu saja menghemat ongkos
karena jalan kaki adalah cara jadi sehat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.
karena jalan kaki (sambil mendengarkan lagu dari artist favorit mu melalui walkman, atau mp3, Ipod) memungkinkan mu menjadi model klip ..dengan catatan: ini hanya bagi orang-orang yang punya daya fantasi tinggi dan tentu saja norak yang tiada tara.
karena jalan kaki adalah cara pacaran yang paling murah juga lho…
(mengingat momen terindah waktu pacaran sambil jalan kaki (atau jalan kaki sambil pacaran yah) dari Gedung GSP sampai rumah mbah dengan Kelik Wicaksono sehabis menonton Twilight Orchestra)
Yuk Jalan Kaki Yuk!
p.s: sory Abang ojek Jl. Bahagia, kayaknya anda akan kehilangan pelanggan setia anda deh!
Entries (RSS)
dulu waktu kuliah di Bandung gue demen banget jalan kaki. apalagi kampus gue gede bgt. daripada bayar angkot 400 perak, gue milih jalan kaki. keculia telat barulah gue naik ojek.
pas di jakarta juga gitu. makanya awal2 keraj gue masih kurus. hehehe…
setelah bawa mobil, untuk kepentingan kuliah krn hrs pulang malam (hehe), gue jarang jalan kaki.
suatu kali, gue jalan dr parkiran PLN ke pintu masuk dan harus ngelewatin tanjakan itu. Masa, gitu aja gue ngos2an!
trus gue pernah mengurangi bawa mobil, sekalin olahraga dan menguruskan diri. tapi gue nggak sanggup euy. nyampe kantor gue jd nggak bisa nulis saking capeknya. hehehe
sekarang sih gue mencoba jarang bw mobil. soalnya macet bgt! tp gue jd naek taksi. hehehe…