« November 2007 | Main | January 2008 »

Aku dan Kamu di tempat tidur

Kemarin aku membayangkan kiamat!

setelah menonton rangkaian bencana yang menimpa tanah Jawa akhir-akhir ini
aku berpikir, mungkinkan ini yang dinamakan kiamat?
mmm, mungkin saja kiamat itu tidak sehebat yang kubayang-bayangkan dalam otakku selama ini. Bola api yang meluncur dari angkasa, api dimana-mana, monster-monster berwujud aneh bermunculan dimana-mana...(huuh, kebanyakan baca Alkitab neeeh hehehehhe)

mungkin saja, kiamat itu berwujud bencana-bencana kecil yang sedikit demi sedikit menggerogoti bumi ini  hingga akhirnya  musnah...

huah, menyeramkam!

malamnya, aku membawa ketakutanku dalam diskusi sebelum tidur dengan  partner hidupku, suamiku

dia menjelaskan di tempat tidur bahwa ada dua jenis kiamat, kiamat kecil (suqro) dan kiamat besar (qubro)...kiamat besar adalah the big crunch, dimana sistem semesta mencapai titik jenuhnya, everything will be terminated, no one can escape..  dan kiamat kecil yang terdiri dari bencana -bencana  kecil yang  dipicu oleh ulah manusia...

di akhir  diskusi, kami berdua sepakat bahwa umat manusia bisa berbuat sesuatu untuk mencegah kiamat kecil

dan aku pun mulai semangat, berusaha mencari apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bencana-bencana itu

satu langkah konkret yang bisa kami rumuskan, adalah menanam satu pohon setiap tahunnya di halaman rumah kami...menanam pohon adalah langkah yang paling mudah yang bisa terbayangkan mengingat sebagian besar bencana itu disebabkan terbatasnya resapan air dan hilangnya pohon-pohon dari bumi...

mmm, saat ini kami sudah tanam dua buah pohon, pohon mahoni dan mangga...itu belum termasuk pohon cabe pemberian ibuku hehehehhe...

dan kemarin saat pernikahan kami, kami membagikan kepada undangan souvenir berupa bibit bunga matahari, yang kami harap sudah ditanam para tamu yang hadir..aku sendiri baru menanamnya kemarin, dan sudah muncul tunas2 kecil  itu..iih senangnya...

Orang-orang di Bali boleh membicarakan ttg isu climate change, carbon emission, ketakutan pertumbuhan ekonomi yang memburuk jika negara memutuskan untuk mengurangi produksi carbonnya, bla bla bla...

Apakah mereka membayangkan kiamat?

Dan aku dan suamiku tidak melakukan penyelamatan kecil ini supaya aku nantinya bisa diterima  di surga begitu seandainya kiamat  besar itu tiba...hehhehehehe

kami melakukannya demi anak-anak dan cuci-cucu kami, ini kami lakukan supaya mereka bisa menikmati apa yang kita bisa rasakan saat ini: menapak tanah, mengecap air dan menghembus udara bersih.


aaah, sayang...semalam itu diskusi yang menyenangkan!

                            

Please use your condom, honey

Tanggal 25 kemarin adalah natal yang sangat menyenangkan buatku... dan aku punya dua alasan untuk itu... satu, kemarin merupakan natal pertamaku sebagai seorang istri, hihihihi meski rasanya sih biasa-biasa ajah, gak jauh beda dengan ketika aku masih lajang... kedua, aku dapat menstruasi...hihihhi, alasan inilah tepatnya yang kemudian membuatku natalku jadi girang bukan kepalang karena aku sempat deg2an kalo aku hamil sebab aku udah telat dua minggu dari bulan kemarin. Iyah, aku ingat sekali aku kemarin "dapet" waktu aku berangkat ke Shanghai, sekitar tanggal 13 bulan lalu, jadi seharusnya aku dapet di bulan ini sekitar tanggal 11 atau 12..tapi nyatanya sampai tanggal dua puluh aku belum dapat2 juga...wuaah, bener degdegan dan takut... Takut? iyah aku takut hamil, takut mengandung, dan punya anak... Menurutku anak adalah sebuah investasi berharga, dan aku sebagai orangtua merasa berkewajiban untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum akhirnya si jabang bayi itu muncul ke bumi sedikit terheran-heran dengan beberapa pasangan muda yang terlihat begitu bangga ketika langsung memiliki momongan...yeah mungkin mereka punya beribu alasan untuk itu... bangga karena mereka lebih sukses daripada pasangan-pasangan yang tidak beruntung karena tidak punya anak bangga karena misi sosial yang dihibahkan oleh masyarakat untuk kemudian punya anak setelah menikah dengan sukses mereka jalankan bangga karena mereka mendapat anugrah dari yang kuasa... mmm, iyah mereka memang sepatutnya bangga... tapi bukankah lebih bijak, jika kita mempersiapkan diri dengan lebih sempurna untuk menerima anugrah itu.. ini bukan saja masalah finansial, mempersiapkan sebuah rumah kecil, mobil untuk berkendara bagi ibu hamil dan tentu saja buah hatinya supaya lepas dari asap-asap jahat ibukota, atau asuransi pendidikan untuk masa depan sekolah anak, yang biayanya bisa bikin serangan jantung kalo tidak dipersiapkan dari sekarang... tapi tentu saja masalah kesiapan batin, kalo aku, aku merasa harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana yang akan dilontarkan senyumpagi ku...semisal "Tuhan itu kayak apa sih?" terus "kenapa matahari bersinar dari timur?" "kenapa sapi punya empat kaki, kenapa ayam hanya dua?" nah, lho... untuk sementara mungkin aku akan melakukan apa yang disarankan kakak angkatanku kuliah, Mba Nat, yang sekarang tinggal di Jerman dan belum berencana punya anak..."melihara anjing dulu ajah Ka," hehhehehe..iyah mbak, aku setuju...sekalian latian kali yah ngemong anak...hehehhehehe Jadi sayangku, buruan borong kondom giih di Circle K...hehehehehehe

menjadi pejuang hak-hak asasi manusia

tidak usah susah-susah memikirkan harus jadi apa...
anda bisa kok menjadi pejuang-pejuang kecil hak-hak orang, kalau anda mau...

beberapa hari waktu yang lalu, saya baru saja  melakukannya, bahkan  adik saya pun jadi pejuang lebih hebat, ketimbang saya...

Sabtu minggu kemarin, aku, adik-adikku, Ebi dan Ferlly akhirnya pergi untuk kesekian kalinya ke Dunia Fantasi (Dufan)  demi menemani adik ipar (baru)ku Bayek dan pacarnya berkunjung ke taman hiburan tersebut.

Perlu dicatat, meski Bayek sekarang tinggal dan bekerja di Singapore, dia belum pernah sama sekali ke Dufan...Jadi, Sabtu itu, sebelum berangkat ke Singapore, bayek mengajak kami kesana, dia bahkan rela menjadi supir dari anak-anak ABG ini --aku, Ferlly, Ebi dan Sinta (pacarnya bayek),-- hehehehe. suamiku tidak ikut karena dia harus menghadiri pernikahan temannya di Jogja

Dan karena kesiangan, kami pun terlambat dan mendapati dufan sudah penuh sesak.

Setibanya disana kami susah sekali mendapatkan parkir, dan akhinya dengan susah payah kami mendapatkan ruang kosong di ujung belakang tempat parkir...

tapi rasa girang hanya bertahan sesaat, karena nampaknya supir mobil kijang biru yang diparkir disebelah tempat kosong itu, memarkir kendaraannya dengan tidak sempurna..karena dengan seenakjidatnya dia menaruh kendaraannya dalam  posisi miring. Alhasil, mobil kami pun tak bisa masuk...dan harus bersusah payah parkir ditempat lainnya......

Iih, gedeg bukan kepalang..siapa sih supir brengsek ini!
dan dia ternyata tidak menyusahkan rombongan kami, karena mobil lain pun mengalami nasib yang sama...

"Ini tidak bisa didiamkan,"pikirku...

segera kuambil kertas di jok belakang, dan kupinjam pulpen abang-abang penjual kacamata

lalu kutulis besar-besar, "Pak/Bu, Kalo parkir yang bener dong!!!" dan kutaruh kertas itu didepan kaca mobil nya.

Aku senang karena aku melakukan sesuatu untuk kejadian itu, dan memilih untuk tidak diam.

Perjuangan kedua dimotori adikku, Ferlly..

Dufan penuh bukan kepalang, wahana-wahana favorit selalu dipadati antrean manusia luar biasa, untuk dapat kesempatan main, pengunjung harus antri sampai satu jam...

Di wahana "arung jeram" kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi, banyak serombolan orang-orang liar yang tidak punya aturan menyerobot antrian...
Jangan tanya, aku pun marah bukan kepalang, tapi hanya bisa berteriak-teriak tanpa hasil..karena toh dua petugas didepanku tenang2 saja...

Dan Ferlly pun lebih berani ketimbang aku...

dia menegur seorang cewek, yang dengan tanpa rasa bersalah nyelonong begitu saja, menyelak antrian.

"Mbak, ngantri dong..kasihan yang lain udah pada capek-capek ngantri," Ferlly berkata dengan nada sopan.

Si cewek bercardigan pink itu tak menghiraukan ucapan adikku, sambil tetap menggeret tangan temannya, dia berusaha maju kedepan.

sadar bahwa dicuekkin, adikku pun berteriak, "woi mbak, kasihan yang lain pada ngantri,"

Tiba-tiba mbaknya yang tak tahu malu itu tanpa diduga, membalas ucapan adikku, "Jangan nyolot dong,"

Dan kudengar perdebatan kecil diatas.

aku yang berjarak sedikit jauh, hanya bisa mendengar sayup-sayup. Cuma kulihat pemandangan aneh karena banyak orang-orang yang diserobot antriannya memilih diam saja...cuma mbak bertopi dibelakangku mencetus, "Itu lho mbanya ga mau ngantri,"

Tiba-tiba, adikku Ferlly memanggilku.."Sini mbak, loe maju dulu..loe juga,"
ternyata adikku menghalangi temannya mbak berbaju pink supaya tidak bisa maju kedepan, meninggalkan si mbak baju pink sendirian di depan...

Sepanjang mengantri, kami tak abis2nya mengomentari kedua orang itu..dan memastikan bahwa komentar kami didengar oleh mereka.

Selang berapa lama, akhirnya mbak berbaju pink mundur kebelakang, menjumpai  temannya, dan mengantri di belakang.

Dan, adikku adalah pahlawan hari itu.