« Berguna bagi nusa dan bangsa | Main | Jakartaku yang lebih ramah »

mimpi jadi kenyataan

sayapernahbermimpibertemupolisibaikhatiyangrelamenolongorangyangkesusahantanpapamrih,menolak suapdanmenjalankantugasnyadenganbaik

Duaaar!!! dan mimpi itu jadi kenyataan...

kemarin saya pergi ke kantor polisi tangerang, untuk merealisasikan resolusi saya tahun lalu, mendapatkan sim A

atas wejangan dari beberapa rekan wartawan, mereka menyuruh saya untuk menggunakan id wartawan saja, karena segala urusan pasti beres, tidak perlu lama menunggu, tidak perlu tes-tes an segala, segala urusan beres dan saya tidak harus mengeluarkan duit2 banyak, yaaah hanya bayar sesuai peraturan saja...

Dan berangkatlah saya pagi itu dengan semangat.
naik-turun angkot tiga kali, sampailah saya di polres tangerang.
berkat denah dan petunjuk yang hampir-mendekati-akurat saya tidak mendapat kesulitan untuk menemukan tempat pengurusan sim.

namun, sebelum masuk, saya merasa ada yang aneh, tempat itu sangat lengang, dan tidak ada satu pun calo yang menawarkan jasanya ketika saya masuk. Mmmmm...
saya mendekati loket pendaftaran, belum juga saya mengeluarkan id wartawan, tiba2 polisi yang berpakaian putih itu bertanya, "mbak udah periksa kesehatan belum?"
"Belum pak," jawab saya.
langsung dia menyuruh saya untuk pergi memeriksakan diri saya di klinik terdekat, yang ternyata berada di luar area wilayah kantor polres...

Aneh benar! tapi saya langsung disana, menghadapi dokter tersebut, yang saya tahu persis adalah dokter gadungan. dia menyuruh saya untuk menggerak-gerakkan tangan, menggerak-gerakkan kaki (sumpah saya merasa bodoh sekali) dan dia langsung menulis sesuatu di kertas biru dan menyerahkan kepada saya, sambil meminta, "mmm...40rb mbak"...duuuuh, saya, yang merasa seperti tersihir, pun segera menyerahkan duit itu, dan mendapati dikertas biru tersebut bahwa dokter gadungan itu juga menuliskan tekanan darah saya, meski dia sama sekali tidak memeriksanya....

masih terheran-heran dengan apa yang baru terjadi, aku pun kembali ke tempat pengurusan sim, mencoba menenangkan diri bahwa sebentar lagi aku dapat sim.

Kembali ke loket pendaftaran, dengan pd-nya saya pun menngajukan pembuatan dua sim sekaligus sim a dan sim c, plus melampirkan kertas biru sakti dari dokter gabunganitu...dan tentu saja tak lupa menyertakan fotokopi id press saya.

"pak, saya bisa dibantu kan?" saya harus liputan lagi," ujarku, merangkai kata-kata sperti anjuran teman2 wartawanku.

"maaf mbak, semua harus mengikuti aturan, mbak tunggu saja kita akan proses sesuai prosedur," petugas yang bernama pak riyanto itu menjawab tegas.

Sebentar ada yang ga beres niih, aku melihat sekeliling dan aku tidak melihat satu calo pun, dan polisi-polisi yang memakai baju putih...

aku pun mendengar seorang polisi yang tetap menolak memberi bantuan kepada sesorang, yang mengaku adiknya seorang komandan. aku pun melihat seorang petugas gagal membantu adikknya yang diantarnya untuk dapat sim.

dan ya... mimpi saya itu jadi kenyataan.

tapi entah saya merasa sangat tidak nyaman dengan semua ini.

karena saya pun akhirnya harus mengikuti semua prosedur yang ada, menunggu berjam-jam, mengikuti tes-tes yang ada --tes teori dan tes praktek...

dan seperti kebanyakan semua orang, saya pun gagal, meski berhasil lolos dari tes teori....dan hilang kesempatan untuk mendapatkan sim hari itu, aku harus balik ke sana seminggu lagi untuk ujian ulang...

berjalan lunglai, seorang perempuan yang juga gagal ujian sim, pun membisikkan padaku, "Eh tahu ga kenapa jadi begini, katanya sekarang lagi pemutihan, sebab kapolres (kepala polisi) nya baru. tempat ini termasuk yang punya citra buruk karena banyak sekali calo. tapi katanya sih cuma sementara, bulan depan udah kayak biasanya kok..kita ajah yang apes nih, mbak!"

dan aku hanya bisa tersenyum miris. aaaaaarggg, aku pasti mimpi buruk

                            

Comments

hahahha, beneran ngakak baca ini, bikin sim di jgja aja, masi ada beberapa tempat yang "aman" kok :P.

"mimpi saya itu jadi kenyataan.
tapi entah saya merasa sangat tidak nyaman dengan semua ini"

terus maunya gimana bu? :D

hihihihi, maunya dapat sim, ga pake ngantri, ga pake tes..huhuhuhuhu!

mb ika..
di surabaya msh bisa loh..
bikin disini ajah..hehehe

tenang dee..lagi latihan intensif belajar motor dan mobil...tapi di mimpi doang

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .