« belajar yuks | Main | Berguna bagi nusa dan bangsa »

Pulang kerumah

Kemarin untuk pertama kalinya, aku naik bis dari kantor ke rumahsenyumpagi.

perjalanan yang melelahkan!

biasanya aku tinggal menunggu jemputan si ojek cinta untuk pulang kerumah, tapi tidak kemarin...
aku sengaja ingin mencoba berkendaraan umum...

Ruteku, Palmerah-Lebak Bulus lalu Lebak Bulus- Cinangka
tapi si ojek cinta menyediakan dirinya untuk menjemput diriku di Lebak Bulus, kami menyebutnya "di tengah" (kami mengutipnya dari rute sebelumnya Palmerah - Ciledug (rumah bapak ibuku dan kos ojek cinta, "tengah"nya di daerah arteri Kebayoran Lama, dekat kantor Indo Pos)

Pulang dari kantor sedikit awal, aku pun menyeberang rel palmerah...menunggu bis 86 jurusan kota-lebak bulus...dan busyet penuh banget. Sudah tiga bis aku tolak karena kepenuhan, dan bayang-bayang copet selalu menempel di kepala.
Ngobrol dengan calon penumpang lainnya di halte, mereka rata-rata juga punya pengalaman yang sama, dicopet!! waduuuh...
dan akhirnya untung seorang mbak memberi tahu bahwa ada alternatif jalur bis lain yang menuju lebak bulus, selain naik kopaja 86..tapi aku harus berjalanke hotel mulia...

aah tidak masalah, rute itu sudah sering kulewati...
dan berjalanlah aku kesana...
memang benar ada bis kopaja 615 yang cukup kosong, aku pun melihat tulisan di depan Tanah Abang -Lebak bulus

Yippi..bis pun melaju...
perjalanan yang panjaaaang, orang sudah naik turun, dari yang kosong, jadi penuh kemudian sangat sesak hingga berangsur-angsur kosong..
keringat pun bercucuran, karena panasnya malam itu...
duh, kenapa tidak sampai-sampai yaaah

setibanya dilebak bulus, lalulaintas masih saja padat, kendaraan-kendaaran masih merayap di sana...dan dengan susah payah aku pun mendapatimu di ujung jalan...

cape sayang, capek banget...
tapi dalam perjalanan dari Lebak Bulus ke Cinangka..
pikiranku pun melayang kerumahsenyumpagi..
membayangkan kesunyian yang ada disana
mendengarkan jangkrik-jangkrik yang tidak pernah berhenti bernyanyi sepanjang malam
mellihat bintang-bintang yang masih setia di langit
menjumpai kodok depan rumah
menemukan sofa oren nyaman kita
tempat tidur dengan sprei merah kado dari mbahmu
dinding bercerita kita dengan frame-frame foto-foto bahagia
dapur terbukaku
tempe tepung buatan sendiri lengkap dengan sambel koreknya
dan...

kamu yang selalu menemani hari-hariku disana

Sayang, hilanglah segala capek dan penat...

dan aku selalu ingin pulang...

                            

Comments

Aduh ika...ceritamu menyentuh sekali. Seneng baca postinganmu yang ini:).

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .