« February 2008 | Main | April 2008 »

maaf, saya tidak mengerti maksud pertanyaannya

terbangun pagi hari  di tempat tidur dirumahsenyumpagi. suamiku sudah meninggalkanku dan memilih 'bermesraan" dengan proyek2 iklan itu...
rasa mual pun tiba menyergapku, kemudian teringat beberapa pertanyaan yang sering kali ditujukan padaku akhir2 ini. pertanyaan yang aku masih bingung menjawabnya, karena sepertinya jawabanku tidak seperti yang diharapkan si penanya.
pertanyaan pertama: gimana Ka rasanya habis menikah?
(menghela nafas karena ini pasti pertanyaan yang kesekian kalinya dari orang yang kesekian kemudian berharap semoga bukan utk urusan basa-basi)
Lalu aku menjawab: yah gini ajah. biasa ajah.
lalu mereka bertanya: biasa gimana?
(Lalu aku tertawa berharap, kemudian si penanya menanyakan hal lain pekerjaan, atau apa lah, atau kalo tidak biasanya aku memaksanya beralih ke topik yang berkaitan dgn si penanya,  membalasnya bertanya dengan "terus kapan kamu menikah?" )
berpikir, sebenarnya apa sih jawaban yang ingin mereka dengar. aku bahagia? aku senang? aaah proses ini kan tidak sejatinya bahagia melulu. semua hadirdalam paket yang komplet sedih dan senang. dan mencapai kebahagian itu bukan proses yang sekali jadi. kamu menikah dan esoknya kamu bahagia, tersenyum lebar dengan suami di sampingmu.
bukan itu juga.
lagipula, bayangkan proses menjadikan satu, dua orang berbeda cara pandang, latar belakang, pemikiran bukan proses kilat yang bisa dengan gampangnya kemudian disimpulkan "kami merasa cocok".
Saat ini aku masih berproses. menikmati segala prosesnya. belajar terus- menerus tiap harinya utk memahami dirinya. logikanya, emosinya, ideologinya. sikapnya, kemauanya, dan tentu reaksi tubuhnya :) (tapi dungunya, orang yang berpikir kalo menikah hanya utk mendapat kepuasan seksual yang halal. halal tapi kemudian memaksamu bersama seseorang  seumur hidupmu, yang belum tentu cocok denganmu. makan tuh Halal!)
pertanyaan kedua: udah isi belum, Ka?
bingung juga dengan pertanyaan ini. Iyah aku tahu maksudnya. tapi logika dibaliknya yang aku ga ngerti. Isi? emang aku selama ini kosong, tidak berisi, sehingga harus diisi? lalu harus diisi dengan sesuatu yang asing, dari luar diriku, diisi dengan sperma. supaya menjadikanku lengkap. utuh.
Ugh,semoga saja bukan itu maksudnya, mungkin pertanyaannya: "Ka, perutnya udah isi belum?"
dan aku pun menjawab: "Udah kok, barusan sarapan pake telur dadar dan abon"   

                            

Pria-pria itu

saya adalah perempuan normal yang bisa terpesona oleh makhluk-makhluk ganteng

eeehm, dan akhir-akhir ini saya sedang terobsesi dengan seorang makhluk yang namanya Jude Law. Semua darinya membuat saya terpana, yah matanya, yah aksennya, yah itunya...ehm tubuhnya maksudnya...hihihihi membuat saya termehe-mehe kengileran. slurp deh pokoknya.
Memelototinya di film terbaru besutan Wong Kar Wai Blueberry Nights pun tak membuat saya bosan. sebuah adegan rela kuputer berulang-ulang, yaitu saat doi sedang termenung di pinggir jendela kafe. Masya Allah..

Dan dia bukan satu-satunya, bukan  yang terakhir, dan juga yang pertama. Teringat bagaimana aku pertama memuja seorang pria, dan lagi dan lagi dan lagi

pria pertama yang kuingat dalam kepalaku adalah bapak Tri Sutrisno, iyah bapak yang itu...tentu saja aku mengidolakannya hanya sebatas rasa kagum anak2 sd...hihihi, tapi sumpah waktu itu aku melihatnya sebagai sosok yang paling ganteng, diantara deretan-deretan mentri, moerdiono, harmoko dan pak Harto  yang wajahnya kerap sekali menghiasai layar televisi (ya iyalah Ka)

Yang kedua adalah Devon Sawa, iyah si ganteng dari film Casper, mmmm..cute bangeet, istilahnya waktu itu...lalu ada juga Brad Renfro yang tak kalah ganteng...yah tapi aku sudah bersepakat dengan Dita, sahabat SMPku waktu itu, dia dapat Brad Renfro aku dapat Devon...hihihihihi, pembagian yang cukup adil menurutku.

Rasa yang paling parah yang kualami adalah waktu aku jatuh cinta --ngefans-- David Beckham...huhuhu dia membuatku menangis tersedu-sedu karena memilih berpacaran sama Victoria the Posh Spice. Padahal dulu aku sempet bela-belain begadang untuk nonton bola --bukan nonton bolanya sih, tapi nonton Beckhamnya--  dan aku sempet-sempat nya merenung sehabis berharap bertemu dirinya di mimpi.
aku pun pernah punya sebuah surat cinta untuknya, yang ingin kukirimkan keinggris, tapi urung kulakukan karena dia sudah memilih perempuan itu. huh.

Tom Cruise, aha...he is my next target. sempurna. aku bilang..yah menurutku pilihan yang aman selain Brad Pitt yang diidolakan oleh sejuta umat kaum perempuan di dunia. Melihatnya di Mission Impossible 1, dengan rambut jatuhnya...huahahhahaha, gara-gara dia aku terinspirasi untuk punya cowok berambut jatuh.. yang kebanyakan orang ga ngerti apa maksudnya.
Tapi rasa itu tiba-tiba ajah hilang. dia jadi BIASA ajah tuh...

untuk artis lokal? mmm..saya tidak punya tokoh idola yang membekas di ingatan saya. hanya satu: Donny Damara, satu diantara dua pria dalam hidup saya yang membuat saya mimpi basah.

sampai sekarang masih bingung, entah kenapa pria itu bisa ada di mimpi saya yaah?

coba yang pandai psiko analisis, bisa bantu saya?
hihihihihi


saatnya berhenti, Ka!

orang rajin tahu kapan dia memulai, tapi orang bijak tahu kapan dia harus berhenti.

iyah, dan aku berhenti.
sejenak.

setia dalam suka dan duka

Setelah hampir seminggu merasa tidak enak badan, aku pun memutuskan menyerah dan akhirnya pergi kerumah sakit...biasanya cukup dengan kerokan dan makan banyak, aku pasti kembali fit

dan akhirnya aku pun positif typus...
mmm, aneh (dan untungnya bukan aku saja yang berpendapat demikian)
karena aku merasa baik-baik saja, nafsu makanku pun normal-normal saja, hampir semua makanan aku lahap. kecuali memang aku selalu mual dan lemas (beberapa orang pun berasumsi aku hamil..hihihi, tenang, kawan-kawan kami tidak seceroboh itu kok)

Karena alasan itulah, aku bersikeras untuk tidak mau diopname...karena aku merasa baik-baik sajah (pasien antik, kata ibuku)

yah terpaksa beristirahat dirumah, ditemani  oleh suami tercinta, yang entah kenapa kok sakit parah juga..
malah lebih parah, karena suatu malam dia terkena demam sangat tinggi, dan akhirnya aku pun harus kerepotan, membuatkan teh hangat, ngerokin, membalurnya dengan balsem, memberikan obat...huuh, jadi bingung, yang sebenarnya sakit siapa yaah?

sempet jengkel juga, karena suamiku itu orang yang terlalu pemilih dalam hal makanan dan obat2an, jadi sempet stress dan marah-marah sendiri, karena panas yang tidak turun-turun..

dan mengingat kembali janji itu: setia dalam suka dan duka...

yah, sayang, aku masih belajar...masih perlu banyak belajar...