maaf, saya tidak mengerti maksud pertanyaannya
terbangun pagi hari di tempat tidur dirumahsenyumpagi. suamiku sudah meninggalkanku dan memilih 'bermesraan" dengan proyek2 iklan itu...
rasa mual pun tiba menyergapku, kemudian teringat beberapa pertanyaan yang sering kali ditujukan padaku akhir2 ini. pertanyaan yang aku masih bingung menjawabnya, karena sepertinya jawabanku tidak seperti yang diharapkan si penanya.
pertanyaan pertama: gimana Ka rasanya habis menikah?
(menghela nafas karena ini pasti pertanyaan yang kesekian kalinya dari orang yang kesekian kemudian berharap semoga bukan utk urusan basa-basi)
Lalu aku menjawab: yah gini ajah. biasa ajah.
lalu mereka bertanya: biasa gimana?
(Lalu aku tertawa berharap, kemudian si penanya menanyakan hal lain pekerjaan, atau apa lah, atau kalo tidak biasanya aku memaksanya beralih ke topik yang berkaitan dgn si penanya, membalasnya bertanya dengan "terus kapan kamu menikah?" )
berpikir, sebenarnya apa sih jawaban yang ingin mereka dengar. aku bahagia? aku senang? aaah proses ini kan tidak sejatinya bahagia melulu. semua hadirdalam paket yang komplet sedih dan senang. dan mencapai kebahagian itu bukan proses yang sekali jadi. kamu menikah dan esoknya kamu bahagia, tersenyum lebar dengan suami di sampingmu.
bukan itu juga.
lagipula, bayangkan proses menjadikan satu, dua orang berbeda cara pandang, latar belakang, pemikiran bukan proses kilat yang bisa dengan gampangnya kemudian disimpulkan "kami merasa cocok".
Saat ini aku masih berproses. menikmati segala prosesnya. belajar terus- menerus tiap harinya utk memahami dirinya. logikanya, emosinya, ideologinya. sikapnya, kemauanya, dan tentu reaksi tubuhnya :) (tapi dungunya, orang yang berpikir kalo menikah hanya utk mendapat kepuasan seksual yang halal. halal tapi kemudian memaksamu bersama seseorang seumur hidupmu, yang belum tentu cocok denganmu. makan tuh Halal!)
pertanyaan kedua: udah isi belum, Ka?
bingung juga dengan pertanyaan ini. Iyah aku tahu maksudnya. tapi logika dibaliknya yang aku ga ngerti. Isi? emang aku selama ini kosong, tidak berisi, sehingga harus diisi? lalu harus diisi dengan sesuatu yang asing, dari luar diriku, diisi dengan sperma. supaya menjadikanku lengkap. utuh.
Ugh,semoga saja bukan itu maksudnya, mungkin pertanyaannya: "Ka, perutnya udah isi belum?"
dan aku pun menjawab: "Udah kok, barusan sarapan pake telur dadar dan abon"
