« aku dan TV | Main | Ciledug-Cinangka-Kuningan.. »

Cukup saja cukup

"Aku pengin kaya," ujar sahabat baikku, Odit, ketika kami sedang makan siang di warung sebelah kantor.

Sebenarnya bukan sekali aku mendengar keinginan odit, tapi saat itu keinginannya menggugah keingintahuanku.

"Kenapa kamu ingin kaya, Odit?" tanyaku.

Pertanyaan bodoh, siapa yang tidak ingin kaya tentunya. Semua orang pasti kebanyakan jika ditanya mau kaya atau enggak, pasti dengan pasti mereka menjawab enggak.

Tapi aku tidak. Menurutku hidup kaya itu melelahkan, bukan artinya cape menghabiskan duit yang banyak itu..tapi yah cape ajah membayangkan menjadi seseorang yang kaya raya dibanding ketika menjadi orang melarat. Ketika miskin, pasti hanya satu atau dua atau paling tidak, tidak akan lebih dari tiga hal yang dipikirkan, makan, makan, dan makan (bertahan hidup). tapi jika kaya raya? waduuuh..mulai dari liburan mewah, peralatan teknologi terkini, perawatan tubuh, mobil mwah, rumah lux dan perabotannya, iyah perasaan tak pernah cukup itu belum lagi perasaan aman (secure)..capek aaah

"Cukup saja itu cukup, sayang" ujar suamiku, ketika aku mencoba berdiskusi dengannya disuatu malam.

Iyah, aku setuju denganmu, sayang.

Kami berdua memang bukan dari keluarga kaya. sama-sama anak dari pegawai negeri sipil yang kehidupannya yaah pas-pas saja, sedang-sedang saja laah.
Beruntung sekali, kami sekarang bisa hidup lebih dari cukup saat ini, punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, bisa makan kenyang setiap hari. Iyah cukup. aku rasa itu cukup.

"Gw ga pengin hidup melarat, Ka," ujar odit menjelaskan alasan kenapa dia ingin jadi kaya.

"Tapi sekarang hidup kita kan juga ga melarat-larat amat kali dit," jawabku.

"Iyah gw pengin bisa beli buku,"

"Sekarang kita juga masih bisa beli buku,"

"Kalo gitu gw pengin bisa beli buku lebih dari satu,"

Aku tertawa.

"Gw pengin beli buku banyak tanpa harus pusing, pengin liburan ke luar negeri tanpa harus pusing, pengin supaya anak gw besok gw usah pusing kalo nyari sekolah yang bagus"

Mmm...pernyataan odit yang terakhir membuatku berpikir. Mungkin benar kata odit, menjadi kaya itu penting, apalagi kalo punya anak. karena menurutku dia dilahirkan kedunia ini untuk menjalani hidup yang lebih baik dari kedua orang tuanya.

tapi untuk sementara. cukup saja cukup


                            

Comments

aku juga pengen kaya, ka.
pengen bikin perpustakaan geratis, pengen buat sekolahan geratis, membuat bumi menjadi tempat tinggal yang lebih baik, yang jelas memberi lebih banyak lagi...

aku pengen kaya.

wah kalo itu saya juga mau kayah rayah. tapi nanti sajaa, kalo sudah siap jasmani dan rohani...hehehe

Ketika merasa kekurangan jelas kita ingin lebih. Ketika ingin kaya, mungkin saat itu kita lagi miskin. Ketika sekarang aku kenyang dan berbaju bagus merasa sudah cukup.
Tapi ketika aku harus membayar tagihan dan asuransi, aku merasa miskin.
Lalu merasa ingin kaya agar bulan depan di tanggal yang sama aku tidak usah lagi berpikir/merasa ingin kaya.

Ketika cukup adalah memenuhi semua yang harus dipenuhi. Kupikir makna sebenarnya kaya adalah berkecukupan.

Tapi apa yang dikatakan cukup? Ini lebih susah dibandingkan mendefinisikan kaya.
hehhehhe..
kamu kok sombong kalo lagi liputan to cah ayu

jadi inget sama temenku,yg lagi rajin2nya jadi agen asuransi,sampe 2 anaknya dititipin di semarang supaya dia bisa konsen cari nasabah...emang mencari kekayaan harus berarti menjauhkan anak dari kita ya?kalo udh kaya, yakin kah si anak mau dekat dengan dia?huuuuu...

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .