saya tahu kenapa
semua terjadi karena sebuah alasan, semua ada karena ada tujuannya.
Meski terkadang kita manusia susah untuk mengerti hal itu, tapi saya percaya bahwa memang sesuatu hadir, ada dan terjadi karena ada maksudnya. Dan saya juga percaya bahwa itu pasti untuk maksud yang baik...
Kenapa saya harus pergi ke Shanghai tahun lalu?
Kenapa saya harus tersesat hampir 15 km jauhnya untuk dapat kembali ke hotel?
Kenapa saya harus terus-terusan ditolak oleh supir-supir taksi disana?
Saya tahu jawabannya sekarang, agar ketika saya kembali ke negeri itu, saya akan lebih siap
Dan saya dapat kesempatan itu minggu lalu,
pergi ke Beijing minggu lalu seorang diri dari Indonesia memang mengharuskan saya mempersiapkan diri sebaik mungkin...
mulai dari pakaian sama makanan, iyah untuk pertama kalinya saya membawa bekal untuk perjalanan keluar negeri...uugh, saya harus, karena saya tahu makanan disana tidak enak.
Berangkat dengan penerbangan malam, saya pun tiba di Beijing Capital airport pagi hari..fiuh, dan benar dugaan saya, tidak ada yang menjemput...
untung saja, dengan pengalamanan tahun lalu, saya langsung tahu yang saya lakukan..saya mengambil kertas dan pulpen dari tas saya dan segera menghampiri orang di information desk untuk membatu saya menuliskan nama hotel yang saya tuju dalam bahasa china...
dan dengan kertas itu, saya berhasil mendapatkan taksi (saya senang bukan kepalang, sebuah prestasi pagi hari..hihihihihi)
sesampainya hotel, setelah mandi dan bebenah sedikit, saya pun memutuskan untuk jalan-jalan, karena tidak tidak, saya tidak akan datang ke negeri orang hanya untuk tidur...hehehe
jadi saya nekat untuk jalan-jalan, meski badan belum beristirahat...
Beda dengan kunjungan sebelumnya, dimana saya ditemani dua orang teman jurnalis, kali ini saya harus pergi sendirian..dan itu bukan masalah lagi kali ini...setelah browsing beberapa kali, saya tahu tempat yang bisa dikunjungi dan paling dekat dari hotel yaitu Tian'namen square dan Forbidden City...tapi untuk memastikan saya, yang punya navigasi buruk ini dapat pulang dengan selamat, saya pun datang ke meja concierge untuk meminta mereka menuliskan dua tempat tujuan saya dalam bahasa cina di sebuah kartu
berkat kartu itu, saya pun leluasa menanyakan kepada siapa pun tujuan arah yang benar. yaaah, tentu saja sesekali dibantu dengan gestur-gestur tubuh...
beberapa perempatan pun bisa saya lalui dengan aman, karena saya pasti berhenti untu bertanya kepada polisi sambil menunjukkan kartu itu.
Dan saya berhasil sampai sana, dan pulang dengan selamat ke hotel
aaaah...malam itu saya tidur nyenyak sekali.

Hahahahaha...ika..ika...kebayang deh gue elu kesasar di China, nightmare pasti. Gimana ga, nanya orang sama juga bo'ong. Pepatah 'malu bertanya sesat di jalan' ga berlaku. Bertanya malah tambah sesat...hehehehe
Posted by: Windy D | June 17, 2008 05:32 PM
hi, ika... seru seru seru, kebetulan gw juga sangat ngga percaya kebetulan. Selalu ada alasan kenapa hari ini gw harus melakukan hal yang "itu", bertemu orang yang "itu" dan mengapa semua terjadi "hari ini" bukan besok.
connecting the dots...
biasanya pahamnya memang belakangan :-)
HE is amazing, isn't HE?
Posted by: Teresita | June 22, 2008 12:51 AM