
If you want something, the universe will conspire to help you..
Yups, saya percaya itu.
Meskipun saya harus menunggu 14 tahun dan terbang selama kurang lebih 14 jam untuk mendapatkannya.
A night with the Alanis Morissette, WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!
akhirnya saya menonton konsernya di Hamburg. Dan ini bukan sekadar kebetulan lho!
saya gagal menemuinya ketika dia datang ke Indonesia 14 tahun yang lalu, karena saya masih smp dan dianggap terlalu kecil, lagian orang tuaku mana mau membayar tiket yang waktu itu lumayan mahal.
Rencana konsernya di Indonesia tahun 2004 pun berbuntut kekecewaaan, karena dia tidak jadi datang oleh sebuah alasan yang membuat ku sangat sebal. Dia kuatir sama keamanan di Indonesia. Huuh, masa kalah saya boyzone sih yang bolak-balik konser disini.
Dan saya percaya bahwa semalam lah saatnya saat semesta membantu saya mewujudkan keinginan saya untuk bertemu dengannya.
Setelah perjuangan itu, untuk mendapatkan izin dari panitia acara, buru-buru ngejar kereta dan ngantri dua jam karena tiba-tiba venuenya diubah.
Saya sampai menangis melihatnya pertama kali. meski saya harus duduk jauh dibelakang, tapi saya masih bisa melihatnya, dia nampak terlihat lebih gemuk, uuh apakah karena habis putus itu. damn Ryan Reynolds!
Meskipun begitu, dia tetap Alanis yang sama. dengan suaranya yang khas, atraksi panggungnya, head banging dengan rambut terurai, pose nyanyinya, caranya memegang gitar.
Itu memang Alanis.
Terimakasih semesta untuk itu.
Entries (RSS)
hwaaaa…..ngiriii!!!
sumpe deh, kecewa banget yg thn 2004 itu, padahl dh booked tiket!you’re so damn lucky!!Padahal lagi, kata2 di the alchemist itu selalu kupegang n kuinget terus, tapi….sampe sekarang semesta belum bersahabat sama aku buat nonton alanis…hiks…
tenang sylvia, saatnya pasti tiba..waktu kita bukan waktu mereka…hehhehe
salam kenal
waaahhhh…mauuu….kalo aku pengen ke Vatikan, kira2 bisa ga ya, hehehehehe…
Selamat yah ikaaaaa..!!
jadi ingat, ada sesuatu ttg mu, entah e-mail entah nick entah apa..
ikalanis..?!? (apa yah?)