Pertanyaan klasik yang selalu ditujukan ke perempuan yang baru menikah, ‘kapan punya anak?’

dan untungnya suamiku punya jawaban lucu yang sering aku kopi paste, ‘bikin enak dulu, bikin anaknya ntar!’ hehehehehehe…

tapi jawaban itu tidak bisa diberikan ke semua orang, yah ga mungkin aku bilang itu sama bude atau mbahku…(hehehe bisa sih..terus dibales sama pelolotan tajam)

dan beberapa bulan ini aku mencoba menjawabnya

Aku akan punya anak…

bukan karena mengikuti masyarakat yang mengharuskan perempuan harus punya anak sehabis menikah, untuk mengukuhkan dirinya sebagai perempuan sejati (hayaah)
bukan karena alasan romantis picisan, demi membahagiakan suami dan mengikatnya seumur hidup dengan punya anak (huah kebanyakan nonton telenovela nih)
bukan karena kebodohan yang bodoh, misalnya lupa memakai kondom atau melakukan seks dimasa subur
bukan karena bosan dengan desakan orang-orang keluarga, teman
bukan untuk menjalankan perintah Tuhan untuk beranak cuculah (apalagi ini)
bukan karena kami sudah bosan berdua, dan butuh ‘mainan baru’ (beberapa teman suamiku melakukannya)
bukan karena ibuku bapakku atau bapak dan ibu kelik menginginkannya
bukan juga karena kelik menginginkannya

aku akan punya anak
ketika aku menginginkannya

boleh kan?

Leave a Reply