Kata seorang teman, kalo kamu udah kangen makanan rumah, itu tandanya kamu home sick!

Ya iyalah, siapa yang tahan sama makanan Jerman yang sekaku orang-orangnya.

Cabe ga berasa pedas, Nasi berasa hambar, semua berasa sama di mulut. Datar.

Andalanku palingan curry wurst, sosis bumbu kari dengan kentang gorengnya, yang porsinya gede amit2 dan pasti aku ga habis.

Tapi untunglah, ada Chinese foods, merekalah yang menyelamatkanku di Jerman.

Aku jadi maniak mie goreng disana, setiap saat selalu mie, mie pake ayam, pake babi, pokoknya mie.

Aku selalu mengajak temanku Priska ke restauran China, karena denganya aku bisa share porsi yang emang terlalu besar untuk dimakan sendiri. HUah, tapi dia lama-lama bosan. "Mie lagi, Ka?" hehehehhee

Iyah, tapi tidak bisa dipungkiri makanan asia adalah makanan satu-satunya yang paling berasa di tempat itu.

Hidup Chinese foods, you save me…
Tapi heran juga, waktu aku berada di Shanghai dan Beijing, aku tidak pernah cocok dengan makanan disana, terlalu "hidup" rasanya di lidah. Semua mereka makan, dari kalajengking, kaki seribu..hiiiiiiiiiiiiii. dan untungnya ada uncle McDOnalds yang menyelamatkanku

Kembali ke makanan di Jerman, ternyata kebiasaanku makan Chinese Foods terbawa ke mana-mana, maunya makan mie dimana2, bahkan di Paris…

Hihihi, untungnya di paris ada restauran Vietnam yang dekat dengan tempat  dimana kami menginap, enaaaak bangeeet, lebih enak dari makanan perancis yang kalo gaterlalu mahal, pasti ga enak. Fiuuuh.

Setelah itu mulailah aku mencoba makanan-makanan Asia di benua eropa, Thailand, Vietnam, China..bahkan waktu di praha, aku sama sekali tidak mencoba makanan disana, dan lebih memilih mencari Chinese restaurant. Huah….

Tapi memang ga da yang ngalahin, tempe goreng, sambal terasi, rendang, mie ayam, somay, gorengan pinggir jalan.

Kalo dalam hal ini, Indonesia memang no. satunya deh!

Leave a Reply